Minggu, 07 Oktober 2012

Sejarah Jurnalistik Nasional


Sejarah Jurnalistik Nasional Indonesia ditandai dengan terbitnya tabloid Belanda pertama di Indonesia yaitu Batavis Novelis pada tahun 1744. setelah itu mulailah bermunculan surat kabar surat kabar baru dari masyarakat Indonesia itu sendiri. Seperti ; Medan Priyayi (1910), Bintang Barat, Bintang Timur, dan masih banyak lagi. Medan Priyayi adalah surat kabar pertama yang dimiliki oleh masyarakat pribumi Indonesia, yang didirikan oleh Raden Jokomono atau Tirto Hadi Soewirjo. Oleh sebab itu Raden Jokomono atau Tirto Hadi Soewirjo disebut sebagai tokoh Pemrakarsa Pers Nasional. Disebut sebagai Pemrakarsa Pers Nasional karena dia adalah orang pertama dari Indonesia yang mampu memprakarsainya dan dimodali oleh modal Nasional.
Lalu pada masa Kependudukan Jepang, pers Indonesia Vakum dan hanya ada media masa dari Jepang yang beredar. Hal itu dikarenakan pemerintah jepang takut dengan adanya propaganda yang akan dilakukan masyarakat Indonesia dengan pers tersebut. Pers Indonesia mulai bangkit kembali pada masa Kemerdekaan, yaitu ditandai dengan perngambilan alih fasilitas fasilitas Jepang di Indonesia. Fasilitas yang dimaksud adalah fasilitas percetakan milik perusahaan Jepang seperti, Soeara Asia, Tjahaya, dan masih banyak lagi.
Setelah Merdeka, pers di Indonesia semakin berkembang, ditandai dengan mulai munculnya radio sebagai media komunikasi, dan dibentuknya Kantor Berita ANTANA yang diprakarsai oleh Adam Malik, Soemanang, dan Am. Sipahuntar. Lalu menjelang Asian Games, proyek TV mulai muncul, pada tahun 1962 TVRI muncul dengan tampilan hitam putihnya.
. Pers pada masa Orde Lama, digunakan untuk mengkritisi pemimpin.
. Pers pada Masa Komunis, digunakan untuk pendekatan Komunis.
. Pers pada masa Orde Baru, pers tidak bebas dan hanya untuk kepentingan
Politik. 
. Dan Pers untuk saat ini dikuasai oleh orang orang tertentu.
Sumber :

SEJARAH JURNALISTIK INTERNASIONAL


Sejarah jurnalistik internasional bermula dari abad ke-19 setelah manusia melakukan revolusi industri, manusia menyempurnakan berbagai teknologi untuk membantu kehidupan mereka. Antara pabrik dengan pertanian pun dihubungkan. Manusia tidak lagi hanya melakukan komunikasi antarpribadi dan kelompok. Teknologi komunikasi mempertemukan manusia melalui industri telepon, surat kabar, majalah, fotografi, radio, film, televisi, komputer dan satelit serta internet. Manusia kini berada dalam era informasi.
Berdasarkan catatan sejarah jurnalistik, awal mula lahirnya jurnalistik dimulai sekitar 3000 tahun silam. Saat itu Firaun, Amenhotep III, di Mesir mengirimkan ratusan pesan kepada para perwiranya yang tersebar di berbagai provinsi untuk mengabarkan apa yang terjadi di ibukota. Inilah yang menjadi dasar konsep jurnalistik, yaitu menyampaikan berbagai pesan, informasi, atau berita.
Menurut Onong Uchjana Effendy, kegiatan jurnalistik sudah berlangsung sangat tua, dimulai zaman Romawi Kuno ketika Julius Caesar berkuasa. Waktu itu ia mengeluarkan peraturan agar kegiatan-kegiatan Senat setiap hari diumumkan kepada khalayak dengan ditempel pada semacam papan pengumuman yang disebut dengan Acta Diurna.
Berbeda dengan media berta saat ini yang ‘mendatangi’ pembacanya, pada waktu itu pembaca yang datang kepada media berita tersebut. Sebagian khalayak yang merupakan tuan tanah/hartawan yang ingin mengetahui informasi menyuruh budak-budaknya yang bisa membaca dan menulis untuk mencatat segala sesuatu yang terdapat pada Acta Diurna. Dengan perantaraan para pencatat yang disebut Diurnarii para tuan tanah dan hartawan tadi mendapatkan berita-berita tentang Senat.
Perkembangan selanjutnya pada Diurnarii tidak terbatas kepada para budak saja, tetapi juga orang bebas yang ingin menjual catatan harian kepada siapa saja yang memerlukannya. Beritanya pun bukan saja kegiatan senat, tetapi juga hal-hal yang menyangkut kepentingan umum dan menarik khalayak. Akibatnya terjadilah persaingan di antara Diurnarii untuk mencari berita dengan menelusuri kota Roma, bahkan sampai keluar kota itu.
Persaingan itu kemudian menimbulkan korban pertama dalam sejarah jurnalistik. Seorang Diurnarii bernama Julius Rusticus dihukum gantung atas tuduhan menyiarkan berita yang belum boleh disiarkan (masih rahasia). Pada kasus itu terlihat bahwa kegiatan jurnalistik di zaman Romawi Kuno hanya mengelola hal-hal yang sifatnya informasi saja.
Tetapi kegiatan jurnalistik tidak terus berkembang sejak zaman Romawi itu, karena setelah Kerajaan Romawi runtuh, kegiatan jurnalistik sempat mengalami kevakuman, terutama ketka Eropa masih dalam masa kegelapan (dark ages). Pada masa itu jurnalistik menghilang.
Surat kabar cetak pertama terbit dan beredar di Cina dengan nama “King Pau” sejak tahun 911 M dan pada tahun 1351 M Kaisar Quang Soo telah mengedarkan surat kabar itu secara teratur seminggu sekali. Sedangkan pelopor surat kabar sebagai media berita pertama yang bernama “Gazetta” lahir di Venesia, Negara Italia pada tahun 1536 M. Saat itu Republik Venesia sedang perang melawan Sultan Sulaiman. Pada awalnya surat kabar ini ditulis tangan dan para pedagang penukar uang di Rialto menulisnya dan menjualnya dengan murah, tapi kemudian surat kabar ini dicetak.
Di Eropa tidak jelas siapa pelopor pertamanya. Namun, pada 1605, Abraham Verhoehn di Antwerpen Belgia mendapat izin mencetak Nieuwe Tihdininghen. Akhirnya, pada 1617, selebaran ini dapat terbit 8 hingga 9 hari sekali.
Beranjak ke Jerman, di tahun 1609, terbitlah surat kabar pertama bernama Avisa Relation Order Zeitung. Pada 1618, muncul surat kabar tertua di Belanda bernama Coyrante uytItalien en Duytschland. Surat kabar ini diterbitkan oleh Caspar VanHilten di Amsterdam. Kemudian surat kabar mulai bermunculan di Perancis tahun 1631, di Itali tahun 1636 dan Curant of General newsterbit, surat kabar pertama di Inggris yang terbit tahun 1662.
Di Amerika Serikat ilmu persuratkabaran mulai berkembang sejak tahun 1690 M dengan istilah journalism dan saat itu telah terbit surat kabar dalam bentuk yang modern, Publick Occurences Both Foreign and Domestick, di Boston yang dimotori oleh Benjamin Harris (Brend D Ruben, 1992: 22).
Surat kabar cetak yang pertama kali terbit teratur setiap hari adalah Oxford Gazzete di Inggris pada tahun 1665 M. Surat kabar ini kemudian berganti nama menjadi London Gazzette dan ketika Henry Muddiman menjadi editornya untuk pertama sekali dia telah menggunakan istilah “newspaper”. Istilah inilah yang dipergunakan oleh semua orang sampai sekarang.
Pada abad ke-17 John Milton memimpin perjuangan kebebasan menyatakan pendapat di Inggris yang terkenal dengan Areopagitica, A Defence of Unlicenced Printing. Sejak saat itu jurnalistik bukan saja menyiarkan berita (to inform), tetapi juga mempengaruhi pemerintah dan masyarakat (to influence). Perjuangan John Milton kemudian diikuti oleh John Erskine pada abad ke-18 dengan karyanya yang berjudul “The Right of Man”. Pada abad ke-18 ini pula lahir sistem pers liberal mengantikan sistem pers otoriter.
Di Universitas Bazel, Swiss jurnalistik untuk pertama kali dikaji secara akademis oleh Karl Bucher (1847 – 1930) dan Max Weber (1864 – 1920) dengan nama Zeitungskunde pada tahun 1884 M. Sedangkan di Amerika mulai dibuka School of Journalism di Columbia University pada tahun 1912 M/1913 M dengan penggagasnya bernama Joseph Pulitzer (1847 - 1911).
Sepanjang tahun 1960-an di Amerika Serikat muncul para perintis jurnalisme baru yang merasa bosan dengan tatakerja jurnalisme lama yang dianggap kaku dan membatasi gerak wartawan pada tehnik penulisan dan bentuk laporan berita. Mereka melakukan inovasi dalam penyajian dan peliputan berita yang lebih dalam dan menyeluruh. Pada era jurnalisme baru saat ini para wartawan dapat berfungsi menciptakan opini public dan meredam konflik yang terjadi di tengah masyarakat.

Sumber :

Selasa, 24 April 2012

FRANCHISE (WARALABA)

Definisi Franchise
 Waralaba ialah:
Suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.
Jenis/Bentuk Franchise
Menurut Mohammad Su’ud ( 1994:4445) bahwa dalam praktek franchise terdiri dari empat bentuk:
1. Product Franchise
Suatu bentuk franchise dimana penerima franchise hanya bertindak mendistribusikan produk dari petnernya dengan pembatasan areal.
2. Processing or Manufacturing Frinchise
Jenis franchise ini memberikan hak pada suatu badan usaha untuk membuat suatu produk dan menjualnya pada masyarakat, dengan menggunakan merek dagang dan merek franchisor. Jenis franchise ini seringkali ditemukan dalam industri makanan dan minuman.
Suatu bentuk franchise dimana PT Ramako Gerbangmas membeli dari master franchise yang mengeloia Mc Donald‘s di Indonesia yang hanya memberi know how pada PT Ramako Gerbangmas tersebut untuk menjalankan waralaba Mc Donald’s.
3. Bussiness Format atau System Franchise
Franchisor memiliki cara yang unik dalam menyajikan produk dalam satu paket, seperti yang dilakukan oleh Mc Donald’s dengan membuat variasi produknya dalam bentuk paket.
4. Group Trading Franchise
Bentuk franchise yang menunjuk pada pemberian hak mengelola toko-toko grosir maupun pengecer yang dilakukan toko serba ada.

Menurut International Franchise Association (IFA) berkedudukan di Washington DC, merupakan organisasi Franchise International yang beranggotakan negara-negara di dunia, ada empat jenis franchise yang mendasar yang biasa digunakan di Amerika Serikat, yaitu:
1. Product Franchise
Produsen menggunakan produk franchise untuk mengatur bagaimana cara pedagang eceran menjual produk yang dihasilkan oleh produsen. Produsen memberikan hak kepada pemilik toko untuk mendistribusikan barang-barang milik pabrik dan mengijinkan pemilik toko untuk menggunakan nama dan merek dagang pabrik. Pemilik toko harus membayar biaya atau membeli persediaan minimum sebagai timbal balik dari hak-hak ini. Contohnya, toko ban yang menjual produk dari franchisor, menggunakan nama dagang, serta metode pemasaran yang ditetapkan oleh franchisor.
2. Manufacturing Franchises

Jenis franchise ini memberikan hak pada suatu badan usaha untuk membuat suatu produk dan menjualnya pada masyarakat, dengan menggunakan merek dagang dan merek franchisor. Jenis franchise ini seringkali ditemukan dalam industri makanan dan minuman.
3. Business Oportunity Ventures
Bentuk ini secara khusus mengharuskan pemilik bisnis untuk membeli dan mendistribusikan produk-produk dari suatu perusahaan tertentu. Perusahaan harus menyediakan pelanggan atau rekening bagi pemilik bisnis, dan sebagai timbal baliknya pemilik bisnis harus membayarkan suatu biaya atau prestasi sebagai kompensasinya. Contohnya, pengusahaan mesin-mesin penjualan otomatis atau distributorship.
4. Business Format Franchising
Ini merupakan bentuk franchising yang paling populer di dalam praktek. Melalui pendekatan ini, perusahaan menyediakan suatu metode yang telah terbukti untuk mengoperasikan bisnis bagi pemilik bisnis dengan menggunakan nama dan merek dagang dari perusahaan. Umumnya perusahaan menyediakan sejumlah bantuan tertentu bagi pemilik bisnis membayar sejumlah biaya atau royalti. Kadang-kadang, perusahaan juga mengaharuskan pemilik bisnis untuk membeli persediaan dari perusahaan.

Keunggulan dan Kelemahan Sistem Franchise

Franchising juga merupakan strategi perluasan dari suatu usaha yang telah berhasil dan ingin bermitra dengan pihak ketiga yang serasi, yang ingin berusaha, dan memiliki usaha sendiri. Sistem franchise ini mempunyai keunggulan-keunggulan dan juga kerugian-kerugian. Keunggulannya adalah:
“As practiced in retailing, franchising offers franchisees the advantage of starting up a new business quickly based on a proven trademark and formula of doing business, as opposed to having to build a new business and brand from scratch.”
“Seperti dalam praktek retailing, franchising menawarkan keuntungan untuk memulai suatu bisnis baru dengan cepat berdasar pada suatu merek dagang yang telah terbukti bisnisnya, tidak sama seperti dengan membangun suatu merek dan bisnis baru dari awal mula.” Selain itu menurut Rachmadi keunggulan lainnya dari sistem franchise bagi franchisee, antara lain:
1. Pihak franchisor memiliki akses pada permodalan dan berbagi biaya dengan franchisee dengan resiko yang relatif lebih rendah.
2. Pihak franchisee mendapat kesempatan untuk memasuki sebuah bisnis dengan cara cepat dan biaya lebih rendah dengan produk atau jasa yang telah teruji dan terbukti kredibilitas mereknya.
3. Lebih dari itu, franchisee secara berkala menerima bantuan manajerial dalam hal pemilihan lokasi bisnis, desain fasilitas, prosedur operasi, pembelian, dan pemasaran. (Rachmadi, 2007, p. 7-8)

Sedangkan kerugian sistem franchise bagi franchisee adalah:
1. Sistem franchise tidak memberikan kebebasan penuh kepada franchisee karena franchisee terikat perjanjian dan harus mengikuti sistem dan metode yang telah dibuat oleh franchisor.
2. Sistem franchise bukan jaminan akan keberhasilan, menggunakan merek terkenal belum tentu akan sukses bila tidak diimbangi dengan kecermatan dan kehati-hatian franchisee dalam memilih usaha dan mempunyai komitmen dan harus bekerja keras serta tekun.
3. Franchisee harus bisa bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik dalam hubungannya dengan franchisor. (Sukandar, 2004, p. 67)
4. Tidak semua janji franchisor diterima oleh franchisee.
5. Masih adanya ketidakamanan dalam suatu franchise, karena franchisor dapat memutuskan atau tidak memperbaharui perjanjian. (Rachmadi, 2007,p. 9)


 contoh franchise:
McDonald's Corporation
adalah rangkaian rumah makan siap saji terbesar di dunia. Hidangan utama di restoran-restoran McDonald's adalah hamburger, namun mereka juga menyajikan minuman ringan, kentang goreng, filet ayam dan hidangan-hidangan lokal yang disesuaikan dengan tempat restoran itu berada.
ciri-ciri usaha:
- perusahaan restoran fastfood terbesar di Indonesia

diambil dari http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/09/perusahaan-waralaba-franchise-definisi.html

Kamis, 29 Maret 2012

Usaha Restoran Ayam Lepas


Ayam lepas adalah salah satu usaha yang bergerak dibidang kuliner. Usaha yang menyajikan menu ayam sebagai menu utamanya ini, tergolong restoran dengan harga terjangkau, yang memiliki rasa yang lumayan enak.
Nama ayam lepas sendiri diambil berdasarkan rasa dari ayamnya yaitu lezat dan pedas. Selain nama dari tempat yang cukup unik jika dibandingkan cafe sejenis  pada umumnya, ada berbagai macam olahan makanan yang ditawarkan di tempat ini, mulai dari ayam goreng, bebek, lele, burung puyuh, yang disajikan bersama sayur seperti timun, kol serta selada,  dan juga dilengkapi dengan sambel juga dihadirkan oleh resto yang memakai  konsep warna merah pada desain ruangannya ini. Namun dari kesemuanya itu  ayam lepas merupakan menu khas yang sangat digemari oleh pengunjung, karena dagingnya yang begitu lembut  juga ditambah keharuman dari  aroma daging yang diolah dengan bumbu rahasia  dapur . Yang pasti menu ini  sangat menggoda selera bagi yang mencicipinya.
Bukan hanya itu saja 3 pilhan rasa dari sambalnya  juga patut menjadi bahan pertimbangan bagi para penikmat kuliner sejati , ada sambal lemas, lepas, dan kecap. Kalau dilihat sekilas bentuk dari sambalnya memang hampir  sama pada kebanyakan sambal ayam penyet pada umumnya,  akan tetapi rasa yang berbeda bisa kita dapatkan ketika mulai mencicipi olahan dari sambalnya.

Sambal lemas

Sambel lemas merupakan singkatan dari lezat dan manis. Sama  seperti  namanya rasa manis dan pedas begitu kental terasa ketika kita mulai mencocol  sambalnya , dengan menggunakan minyak yang berkualitas serta gula merah sebagai pemanis rasanya. Sambal  yang lebih banyak mengandung elemen cabe merah sebagai bahan dasarnya tersebut pun disajikan, bagi para penikmat kuliner yang tidak begitu menyukai rasa pedas, sambal lemas bisa dijadikan alternatif sebagai pendamping ayam lepas.

Sambal  kecap
Bukan ayam lezat dan pedas “lepas” namanya kalau hanya ditawarkan rasa sambal yang manis saja. Bagi para pencinta masakan pedas coba dan rasakan sensasi pedas yang nendang pada olahan sambel lepas dan kecapnya, kalau biasa  yang namanya sambel kecap itu lebih terasa manis daripada pedas, maka rasa yang berbeda dihadirkan oleh resto yang memakai konsep semi modern pada arsitektur bangunannya ini. Rasa pedas yang sangat mengigit serta wangi dari bawang goreng sangat kental  terasa ketika mulai mencicipi sambal yang memakai bahan dasar cabe rawit ini. Benar-benar mantap!

Sambal Lepas

Walaupun memakai bahan dasar yang sama seperti pada sambal kecapnya, ada keunikan yang berbeda dari sambel lepas ini. Kalau pada sambel lemas rasa manisnya yang terpancar maka, pada sambel ini rasa asem langsung menyengat ketika kita mulai mencobanya, membuat kita ingin menikmatinya lagi dan lagi.

Tidak hanya sambal yang membuat cita rasa makanan dari resto yang mulai buka pada awal tahun 2010 di Banda Aceh ini semakin membuat penasaran, tapi juga kremes dari ayamnya, yang membuatnya berbeda terletak pada aromanya kalau pada kremes ayam penyet kebanyakan, kremesnya langsung diambil ketika ayamnya selesai digoreng, kriuknya digoreng terpisah serta adonan untuk membuat kremes dan dagingnya tidak sama sehingga wangi dari kremesnya lebih terasa di mulut ketika kita mencobanya. Wangi dari aroma kremesnya merupakan olahan dari bumbu rahasia dapur yang diciptakan sendiri agar mendapatkan nuansa yang berbeda ketika pertama kali menikmatinya.

Ciri-ciri usaha:
1.       Bergerak dibidang kuliner
2.       Membuka peluang franchaise sehingga terdapat bisa membuka cabang yang menghasilkan lapangan pekerjaan.


Sabtu, 14 Januari 2012

Manusia, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi

Apakah itu Manusia?
Leonardo da VinciManusia adalah sebuah makhluk yang unik. Meskipun kita tahu bahwa kita adalah manusia (atau mungkin tidak tahu?) adalah bukan merupakan pekerjaan yang mudah untuk melukiskan apa yang unik pada manusia jika dibandingkan dengan makhluk hidup lain.
Pertama-tama marilah kita lihat dari ciri biologisnya. Manusia adalah makhluk bersel banyak, metazoa, ketimbang makhluk bersel tunggal, protista. Ia juga adalah makhluk bertulang belakang, vertebrata[1], ketimbang makhluk tidak bertulang belakang, avertebrata. Di antara vertebrata manusia tergolong ke dalam kelompok binatang menyusui, mammalia[2], karena ia berdarah panas, menghirup udara, dengan kulit berbulu, dan menyusui bayinya. Lebih lanjut manusia tergolong ke dalam mammalia yang janinnya berkembang di dalam rahim betinanya, eutheria, yang menerima makanan melalui plasenta. Kemudian manusia dikelompokkan ke dalam ordo primata, yang di dalamnya termasuk lemur, tarsius, kera dan kera besar: gorila, orangutan, dan simpanse. Yang membedakan manusia dengan primata lainnya adalah perilaku bipedal, berjalan dengan kedua kaki, berpostur tegak, tulang belakang berbentuk S, dan kaki yang lebih panjang dari tangan. Hanya tangan yang dapat dipakai untuk menggenggam, prehensil, dengan jempol yang besar dan bertenaga, terletak berseberangan dengan jari-jari lainnya yang memungkinkan genggaman yang kokoh. Hampir seluruh tubuh tak berbulu dan hanya ditumbuhi rambut terutama pada bagian kepala. Rahangnya pendek dengan susunan gigi melengkung. Mukanya pendek dan hampir vertikal. Otaknya relatif besar jika dibandingkan dengan makhluk lain terutama pada bagian neo-cortex.[3]
Manusia juga memiliki ciri psikologis dan tingkah laku yang unik dan membedakannya dengan makhluk lain. Perilaku manusia mudah berubah dan kurang instingtif dibandingkan dengan binatang. Manusia memiliki sifat ingin tahu, meniru, memperhatikan, mengingat dan berimajinasi, seperti yang dimiliki oleh binatang lain yang relatif maju, dan dapat mengaplikasikannya secara lebih halus dan rumit. Manusia mampu mengubah alam dengan kemampuan berpikirnya. Mereka membuat alat dan menggunakannya. Mereka sadar-diri, mampu mengingat masa lalu dan memproyeksikan masa depan, sadar akan kehidupan dan kematian. Ia mampu berpikir abstrak dan mampu menggunakan simbol, yang kelak berkembang menjadi bahasa. Mereka juga memiliki rasa keindahan, estetika, dan perasaan religius yang digambarkan dengan keheranan dan kepercayaan akan hal yang supranatural dan spiritual. Ia adalah makhluk bermoral yang mampu mengembangkan struktur kemasyarakatan yang kompleks.

Mengapa manusia menjadi pintar?
Apa yang membuat sejarah manusia menjadi seperti apa yang kita lihat saat ini? Ceritanya dimulai ketika terjadi perubahan iklim yang membuat surutnya hutan menjadi padang sabana[4] di daerah Ngarai Olduvai, Afrika Timur[5]. Sebuah species pra-manusia, Homo habilis, mulai turun dari pohon tempat mereka tinggal dan menjelajah di padang sabana yang baru terbentuk. Seleksi alam menunjukkan bahwa keturunan yang mengembangkan perilaku berjalan tegak dapat bertahan hidup lebih baik. Perilaku ini membawa akibat lain juga yaitu mengecilnya panggul yang menyesuaikan diri dengan kebiasaan berjalan tegak. Akibatnya bayi manusia harus lahir “prematur” dengan tengkorak yang belum sempurna supaya bisa keluar dari panggul yang sempit tersebut. Hal ini seterusnya membuat bayi manusia yang lemah ini memerlukan perhatian lebih dari manusia dewasa dan mengalami masa kanak-kanak, yaitu masa di mana ia dibebaskan dari kewajiban bertahan hidup dengan mencari makan dan kegiatan lainnya, yang jauh lebih panjang dari species yang lain. Hal ini juga yang menimbulkan pembagian kerja pada dua jenis kelamin manusia, yang laki-laki berburu mencari makan dan yang perempuan menjaga anak yang lemah tadi.[6] Kemampuan berjalan tegak ini juga membebaskan kedua tangan dan memungkinkan mereka menjadi pemakai alat yang sempurna.
Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah perkembangan otak manusia yang memungkinkan manusia berpikir rasional dan mengembangkan kemampuan berbahasa. Bagian yang berkembang ini adalah neo-cortex. Mula-mula yang berkembang adalah bahasa isyarat yang sangat berguna dalam kegiatan berburu yang dilakukan dalam grup. Evolusi anatomi bentuk mulut dan rahang selanjutnya melapangkan manusia untuk mampu melafalkan bunyi yang kompleks yang selanjutnya berkembang menjadi bahasa verbal.
Dengan demikian lengkaplah semua bahan yang dibutuhkan untuk membuat sebuah species pintar:
· kemampuan menggunakan alat
· masa kecil yang panjang
· kemampuan berbahasa
Kesemuanya di atas membuat manusia mampu mengembangkan apa yang kita sebut sebagai budaya, sebuah cara hidup yang diteruskan turun temurun ke generasi berikutnya, yang dipakai untuk mempertahankan hidupnya. Manusia telah melakukan sebuah loncatan evolusi, yaitu evolusi budaya, bukan evolusi fisiologi. Budaya ini sangat fleksibel, dibandingkan dengan evolusi fisiologi yang membutuhkan waktu ribuan bahkan jutaan tahun. Dengan budaya inilah manusia menghadapi segala tantangan yang muncul di depannya.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
Budaya, dengan demikian telah menjadi sebuah alat evolusi yang baru. Budaya sendiri memiliki beberapa aspek, di antaranya ilmu pengetahuan dan teknologi. Teknologi berkembang lebih dahulu, semenjak manusia menggenggam batu dan memakainya sebagai alat. Mula-mula hanya batu alam yang agak tajam. Lama kelamaan manusia menemukan cara untuk membuat sendiri batu yang lebih tajam dan tentunya lebih baik. Cara membuat “kapak” batu ini diteruskan turun temurun. Begitu pula dengan teknologi lainnya. Anak manusia selama masa kanak-kanaknya, masa bergantung kepada manusia dewasa, dapat mempelajari budaya ini pada waktu luangnya.
Cara hidup berkelompok juga adalah salah satu budaya yang dikembangkan manusia. Apakah suatu kelompok mampu bertahan atau tidak ditentukan oleh budaya yang dikembangkan oleh kelompoknya. Kelompok yang sukses bertahan dan berkembang, yang lemah hilang ditelan waktu atau dikuasai oleh kelompok yang lebih kuat. Nasib manusia selamanya tergantung pada kemampuan berpikirnya.
Sejarah dunia telah menunjukkan peradaban yang lebih maju menaklukkan peradaban yang lebih terbelakang. Yang menang selanjutnya bisa saja ditaklukkan oleh peradaban lain lagi yang lebih maju. Kadang kalanya terjadi pengecualian di mana bangsa barbar mampu menaklukkan bangsa yang lebih maju seperti pada kasus invasi Mongol pada masa Genghis Khan[7]. Pada intinya yang kuat bertahan, yang lemah ditaklukkan.
Teknologi bisa menjadi penentu kemenangan yang berarti. Jika dua suku berperang, satu suku memakai tombak batu dengan perisai kulit dan yang lain tombak dan perisai perunggu, sudah jelas kemenangan ada di pihak mana. Hal yang jelas terlihat pada invasi Spanyol ke “Dunia Baru”[8], menaklukkan suku liar yang bahkan tidak mengenal kuda dengan pasukan kavaleri, pedang dan mesiu.[9] Hasilnya mengerikan!
Ilmu pengetahuan, menjadi perintis yang membuat kemajuan teknologi menjadi lebih pesat dan tak terbayangkan. Ia melampaui batas-batas praktis ke ranah abstrak yang sulit dijangkau pikiran. Ilmu pengetahuan sendiri sebenarnya baru berkembang pada dua milenium terakhir. Namun bisa kita lihat sendiri betapa pesatnya perkembangan yang terjadi pada dua milenium terakhir ini.
Ilmu pengetahuan pun tidak berjalan linear. Ia dapat timbul dan tenggelam. Ia hanyut bersama dalam perkembangan peradaban manusia. Kapal dengan lambung melengkung yang merajai Mediterania di jaman Yunani kuno hilang ditelan peradaban dan baru ditemukan kembali pada era eksplorasi pada abad pertengahan.

Rahmat atau kutukan
Ilmu pengetahuan dan teknologi dari awal mulanya memang diperuntukkan bagi kemudahan hidup manusia. Teknologi menjadi perpanjangan tangan manusia dalam menaklukkan alam. Ia juga mengubah lingkungan menjadi lebih enak untuk ditinggali. Bepergian tidak lagi sulit seperti dulu. Begitu pula dengan komunikasi yang berlangsung dengan sekejab mata. Di lain pihak manusia semakin bergantung pada teknologi. Padamnya listrik di Jakarta beberapa waktu lalu mampu melumpuhkan seluruh kota. Gaya hidup pun berubah, di mana banyak orang yang tak mampu hidup tanpa handphone[10] dan televisi. Saya tidak tahu apakah jari-jari manusia akan kehilangan fungsinya karena yang dipakai hanya jempol baik untuk mengirim SMS atau bermain PlayStation™.
Persoalan yang lebih besar bahkan lebih banyak. Kita berhadapan dengan pemanasan global dan juga kepunahan species. Mau tidak mau harus diakui bahwa manusia berkontribusi atas semua perubahan ini. Belum lagi perdebatan mengenai kloning, stem cell, dan segala macam rekayasa genetika. Revolusi informasi menghubungkan seluruh dunia yang membuat informasi tersebar dengan cepat yang membuat tiada lagi tempat bersembunyi. Bagaimana kita menyikapi semua ini. Apakah ini rahmat atau kutukan? Apakah ilmu pengetahuan seperti kotak pandora[11] yang setelah dibuka tak dapat dikendalikan?

[1] Dari vertebra: tulang belakang
[2] Dari mammae: kelenjar susu
[3] Otak sendiri terdiri dari tiga bagian: R-complex (otak reptil), sistem lymbic, dan neo-cortex.
[4] Di Amerika dikenal sebagai padang prairi, di Eurasia dikenal sebagai steppa, artinya padang rumput luas diselingi oleh sedikit pohon dan semak belukar di sekitar sumber air
[5] Berdasarkan teori “Out of Africa”, sebuah teori yang menjelaskan bahwa manusia awalnya berasal dari Afrika
[6] Salah satu bacaan yang baik untuk menjelaskan ini adalah pada tulisan Fredrick Engels, Origins of the Family, Private Property, and the State
[7] Contoh lain adalah suku Hun yang merongrong dataran Eropa selama abad pertengahan, bahkan Attilla hampir menaklukkan Romawi Timur
[8] Benua Amerika
[9] Eksplorasi Hernán Cortés dalam penaklukan Aztec di Meksiko dan Fransisco Pizarro dalam penaklukan Inca di Peru
[10] Kesalahan massal, entah siapa yang memulainya, mestinya cell-phone atau mobile-phone
[11] Baca mitologi Yunani: Pandora, perempuan pertama di dunia, tergoda untuk membuka sebuah kotak yang menjadi mas kawinnya, dan setelah dibuka kotak tersebut mengeluarkan segala nestapa dan derita yang sejak itu menghantui manusia

dikutip dari : http://onisur.wordpress.com/2007/07/27/manusia-ilmu-pengetahuan-dan-teknologi/

Masyarakat Perkotaan

Kota adalah tempat dengan penduduk kurang lebih 10ribu orang. Dengan berbagai tipe masyarakatnya, seperti :
1. Netral afektif
2. Orientasi Diri
3. Universalisme
4. Prestasi
5. Heterogenitas

Struktur Penduduk Kota
a. Segi Demografi
Ekspresi demografi dapat ditemui di kota-kota besar. Kota-kota sebagai pusat perdagangan, pusat pemerintahan dan pusat jasa lainnya menjadi daya tarik bagi penduduk di luar kota.
Jenis kelamin dalam hal ini mempunyai arti penting, karena semua kehidupan sosial dipengaruhi oleh proporsi atau perbandingan jenis kelamin. Suatu kenyataan ialah bahwa pada umumnya kota lebih banyak dihuni oleh wanita daripada pria.
Struktur penduduk kota dari segi umur menunjukkan bahwa mereka lebih banyak tergolong dalam umur produktif. Kemungkinan besar adalah bahwa mereka
yang berumur lebih dari 65 tahun atau mereka yang sudah pensiun lebih menyukai kehidupan dan suasana yang lebih tenang. Suasana ini terdapat di daerah-daerah pedesaan atau sub urban.

b. Segi Ekonomi
Struktur kota dari segi ini dapat dilihat dari jenis-jenis mata pencaharian penduduk atau warga kota. Sudah jelas bahwa jenis mata pencaharian penduduk kota adalah di bidang non agraris seperti pekerjaan-pekerjaan di bidang perdagangan, kepegawaian, pengangkutan dan di bidang jasa serta lain-lainnya. Dengan demikian struktur dari segi jenis-jenis mata pencaharian akan mengikuti fungsi dari suatu kota.

c. Segi Segregasi
Segregasi dapat dianalogkan dengan pemisahan yang dapat menimbulkan berbagai kelompok (clusters), sehingga kita sering mendengar adanya: kompleks perumahan pegawai bank, kompleks perumahan tentara, kompleks pertokoan, kompleks pecinan dan seterusnya. Segregasi ini ditimbulkan karena perbedaan suku, perbedaan pekerjaan, perbedaan strata sosial, perbedaan tingkat pendidikan dan masih beberapa sebab-sebab lainnya,
Segregasi menurut mata pencaharian dapat dilihat pada adanya kompleks perumahan pegawai, buruh, industriawan, pedagang dan seterusnya, sedangkan menurut perbedaan strata sosial dapat dilihat adanya kompleks golongan berada. Segregasi ini tidak akan menimbulkan masalah apabila ada saling pengertian, toleransi antara fihak-fihak yang bersangkutan.
Segregasi ini dapat disengaja dan dapat pula tidak di sengaja. Disengaja dalam hubungannya dengan perencanaan kota misalnya kompleks bank, pasar dan sebagainya. Segregasi yang tidak disengaja terjadi tanpa perencanaan, tetapi akibat dari masuknya arus penduduk dari luar yang memanfaatkan ruang kota, baik dengan ijin maupun yang tidak dengan ijin dari pemerintahan kota. Dalam hal seperti ini dapat terjadi slums. Biasanya slums ini merupakan daerah yang tidak teratur dan bangunan-bangunan yang ada tidak memenuhi persyaratan bangunan dan kesehatan.
Adanya segregasi juga dapat disebabkan sewa atau harga tanah yang tidak sama. Daerah-daerah dengan harga tanah yang tinggi akan didiami oleh warga kota yang mampu sedangkan daerah dengan tanah yang murah akan didiami oleh swarga kota yang berpenghasilan sedang atau kecil.
Apabila ada kompleks yang terdiri dari orang-orang yang sesuku bangsa yang mempunyai kesamaan kultur dan status ekonomi, maka kompleks ini atau clusters semacam ini disebut dengan istilah ”natural areas”.
 
Sifat-Sifat Masyarakat Kota
Masyarakat kota adalah masyarakat yang anggota-anggotanya terdiri dari manusia yang bermacam-macam lapisan/ tingkatan hidup, pendidikan, kebudayaan dan lain-lain. Mayoritas penduduknya hidup berjenis-jenis usaha yang bersifat non-agraris. Masyarakt perkotaan memiliki sifat-sifat yang tampak menonjol yaitu:

a. Sikap kehidupan
Sikap kehidupan masyarakt kota cenderung pada individuisme/egoisme yaitu masing-masing anggota masyarakat berusaha sendiri-sendiri tanpa terikat oleh anggota masyarakt lainnya, hal mana menggambarkan corak hubungan yang terbatas, dimana setiap individu mempunyai otonomi jiwa atau kemerdekaan untuk melakukan apa yang mereka inginkan.

b. Tingkah laku
Tingkah lakunya bergerak maju mempunyai sifat kreatif, radikal dan dinamis. Dari segi budaya masyarakat kota umumnya mempunyai tingkatan budaya yang lebih tinggi, karena kreativitas dan dinamikanya kehidupan kota lebih cepat menerima yang baru atau membuang sesuatu yang lama, lebih cepat mengadakan reaksi, lebih cepat menerima mode-mode dan kebiasaan-kebiasaan baru. Kedok peradaban yang diperolehnya ini dapat memberikan sesuatu perasaan harga diri yang lebih tinggi, jauh berbeda dengan seni budaya dalam masyarakat desa yang bersifat statis. Derajat kehidupan masyarakt kota beragam dengan corak sendiri-sendiri

c. Perwatakan
Perwatakannya cenderung pada sifat materialistis. Akibat dari sikap hidup yang egoism dan pandangan hidup yang radikal dan dinamis menyebabkan masyarakat kota lemah dalam segi religi, yang mana menimbulkan efek-efek negative yang berbentuk tindakan amoral, indisipliner, kurang memperhatikan tanggungjawab sosial.
Berdasarkan paparan diatas maka masyarakat kota memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
• Terdapat spesialisasi dari variasi pekerjaan.
• Penduduknya padat dan bersifat heterogen.
• Norma-norma yang berlaku tidak terlalu mengikat.
• Kurangnya kontrol sosial dari masyarakat karena sifat gotong royong mulai menurun.
Kita dapat membedakan antara masyarakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda, bahkan kadang-kadang dikatakan "berlawanan" pula. Perbedaan ini dapat dilhat dari unsure-unsur pembeda yang telah ada, Yaitu:

- Unsur pembedaan Desa Kota
1 Mata pencaharian Agraris-homogen Non agraris-heterogen
2 Ruang kerja Lapangan terbuka Ruang tertutup
3 Musim/cuaca Penting dan menentukan Tidak penting
4 Keahlian Umum dan tersebar Ada spesialisasi
5 Rumah dan tempat kerja Dekat Berjauhan
6 Kepadatan penduduk Tidak padat Padat
7 Kontak sosial Frekwensi kecil Frekwensi besar
8 Stratifikasi sosial Sederhana dan sedikit Hukum/peraturan tertulis
9 Lembaga-lembaga Terbatas dan sederhana Hukum/peraturan tertulis
10 Kontrol sosial Adat/tradisi Hukum/peraturan tertulis
11 Sifat masyrakat Gotong royong akrab Gesellschaft
12 Mobilitas Rendah Tinggi
13 Status sosial Stabil Tidak stabil

dikutip dari : http://wawan-junaidi.blogspot.com/2009/06/masyarakat-perkotaan.html
                    www.hendria.com/.../masyarakat-perkotaan_18